Gunungsugih – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Lampung Tengah secara resmi menetapkan Musa Ahmad sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Lampung Tengah untuk masa bakti 2026–2031.

Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Musda yang digelar di Gedung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Sabtu (7/2/2026).

Penunjukan Musa Ahmad berlangsung tanpa dinamika berarti. Seluruh pemilik hak suara, mulai dari 29 Pimpinan Kecamatan (PK) hingga unsur organisasi sayap dan pendiri partai, menyatakan dukungan bulat. Aklamasi pun menjadi jalan konsensus, menandai kembalinya tongkat kepemimpinan Golkar Lampung Tengah ke tangan mantan Bupati Lampung Tengah periode 2020–2025 itu.

Dalam pernyataan perdananya sebagai ketua terpilih, Musa Ahmad menyampaikan optimisme terhadap masa depan Golkar Lampung Tengah. Ia menyebut amanat dari DPD I Golkar Provinsi Lampung sebagai tantangan strategis yang harus dijawab dengan kerja organisasi yang lebih terukur dan solid.

“Targetnya jelas, Golkar Lampung Tengah harus melampaui capaian Pemilu 2024. Dengan kekompakan kader dan dukungan struktur partai dari pusat hingga daerah, saya yakin itu bisa diwujudkan,” ujar Musa.

Ia juga membeberkan target elektoral jangka menengah. Jika pada Pemilu 2024 Golkar berhasil mengamankan 13 kursi DPRD Lampung Tengah, maka pada periode mendatang angka tersebut ditargetkan meningkat menjadi 15 kursi.

Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Lampung, Hanan A. Razak, menyambut positif penetapan tersebut. Menurut anggota Komisi V DPR RI itu, Lampung Tengah merupakan salah satu barometer kekuatan Partai Golkar di Provinsi Lampung.

“Perolehan 13 kursi DPRD pada 2024 adalah yang tertinggi se-Lampung. Dengan kepemimpinan Pak Musa, saya melihat peluang untuk meningkatkan capaian itu sangat terbuka,” kata Hanan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Golkar Lampung Tengah sebelumnya, Toni Eka Chandra, menilai pelaksanaan Musda XI berlangsung sangat tertib dan profesional.

Ia menyebut Musda di Lampung Tengah sebagai salah satu yang paling matang dari sisi kesiapan dan koordinasi internal.

“Musda ini menunjukkan konsolidasi organisasi yang kuat. Seluruh unsur bergerak rapi dan disiplin,” ujarnya.

Ketua Panitia Musda XI, Febriyantoni, yang juga menjabat Ketua DPRD Lampung Tengah, memastikan seluruh rangkaian persidangan berjalan sesuai mekanisme dan aturan partai. Sidang pleno dipimpin oleh Bambang Purwanto sebagai ketua, dengan Yulius Heri Susanto sebagai sekretaris, serta didampingi anggota sidang Riski Erdianto, Rusi Hidar, Handoko, dan Mohammad Maksum.

Selain menetapkan ketua, Musda XI juga menyepakati susunan pengurus inti DPD II Golkar Lampung Tengah periode 2026–2031, yakni Zainal Arifin sebagai Sekretaris dan I Komang Dresti sebagai Bendahara.