Tanggamus – Upaya melestarikan dan memperkenalkan kembali kekayaan kuliner tradisional terus digencarkan di Kabupaten Tanggamus.

Melalui Lokakarya Kuliner Nusantara bertajuk “Penguatan Identitas Budaya melalui Revitalisasi Kuliner Cubik”, pemerintah bersama masyarakat menghadirkan ruang belajar dan praktik bagi generasi muda untuk mengenal salah satu kuliner khas daerah, Cubik.

Kegiatan berlangsung di Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) Perpustakaan Daerah Tanggamus, Kecamatan Kota Agung, pada Sabtu (20/9/2025) hingga Minggu (21/9/2025).

Peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari 20 ketua OSIS tingkat SLTA, mahasiswa, hingga pegiat budaya dari Kota Agung Pusat, Kota Agung Barat, Kota Agung Timur, Wonosobo, dan sekitarnya.Lokakarya ini difasilitasi Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII (Bengkulu–Lampung) melalui program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) 2025. Kehadiran program ini menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap upaya pelestarian kuliner tradisional Nusantara.

Ketua pelaksana, Wahyu Azi Enandar, A.Md.Par., menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki tiga misi utama yakni melestarikan Cubik sebagai identitas kuliner Tanggamus, memberi pengetahuan dan keterampilan terkait sejarah serta teknik memasak Cubik yang autentik, serta mendorong lahirnya peluang usaha berbasis kuliner lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.Pada hari pertama, sesi talk show menghadirkan budayawan Drs. Nazori dan perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus, Zuryati, S.E yang membahas nilai budaya dan potensi ekonomi Cubik.

Sementara pada hari kedua, peserta mendapat pengalaman praktik langsung memasak Cubik bersama Melna Novalia, juru masak Cubik yang menyajikan proses memasak secara kreatif dan edukatif.

“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan dan keterampilan, tetapi juga membangkitkan rasa cinta serta kebanggaan terhadap warisan kuliner daerah kita,” ujar Wahyu.

Melalui lokakarya ini, Cubik bukan sekadar makanan tradisional, melainkan simbol identitas budaya yang terus dijaga agar tetap lestari dan relevan dengan perkembangan zaman.