Bandar Lampung – Dalam upaya nyata mendorong peran aktif generasi muda dalam pembangunan daerah, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung melalui Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Lingkungan Hidup mengumumkan penyelenggaraan Festival Insan Cita 2025 pada tanggal 11–16 Agustus 2025 mendatang.

Mengangkat tema “HMI untuk Lampung Maju: Kreatif, Berkarya, Hijaunkan Negeri, Majukan Generasi”, festival ini menjadi momentum strategis untuk menghubungkan semangat kewirausahaan, pelestarian lingkungan, dan pengembangan potensi daerah Lampung dalam satu rangkaian kegiatan kolaboratif.

Seminar Nasional Ekonomi Kreatif – 11 Agustus 2025

Bertempat di Museum Lampung, seminar ini akan menghadirkan tokoh-tokoh nasional dan lokal untuk membedah strategi penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Pemilihan Museum Lampung bukan sekadar simbol budaya, tetapi juga sebagai bentuk ajakan untuk menggali nilai-nilai tradisi sebagai sumber inovasi masa depan.

Bazar UMKM – 12–15 Agustus 2025

Digelar di pelataran Museum Lampung, bazar ini akan menjadi etalase produk-produk unggulan dari pelaku UMKM Lampung. Tujuannya adalah memperluas jaringan pemasaran lokal, membangun ekosistem ekonomi kerakyatan, serta membuka ruang dialog antara pelaku usaha muda dan konsumen.

Aksi Reboisasi di Sumur Putri – 16 Agustus 2025

Menutup rangkaian festival, HMI akan menggelar penanaman pohon bersama komunitas lingkungan di kawasan Sumur Putri, salah satu area konservasi penting di tengah kota Bandar Lampung. Aksi ini diharapkan menjadi pesan kuat bahwa pemuda tidak hanya berpikir ekonomi, tapi juga peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Ajakan Kolaborasi untuk Lampung Maju

Ketua Bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Lingkungan Hidup HMI Cabang Bandar Lampung, M. Reza Pratama, menyampaikan bahwa Festival Insan Cita dirancang untuk menjadi ruang dialog dan aksi kolaboratif antargenerasi.

“Kami ingin menghadirkan platform bagi generasi muda untuk tampil, berkarya, dan menunjukkan kepeduliannya terhadap daerah. Festival ini bukan sekadar ajang seremonial, tapi titik temu antara ide, aksi, dan kolaborasi,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen HMI dalam menghadirkan program-program yang adaptif dengan zaman dan tantangan lokal di Lampung.

“Kami percaya, ekonomi kreatif dan kepedulian terhadap lingkungan adalah dua pilar masa depan. Di sinilah peran pemuda sangat dibutuhkan,” tambah Reza.

Melalui Festival Insan Cita, HMI berharap bisa menjembatani kolaborasi lintas sektor: antara mahasiswa, pelaku usaha muda, komunitas hijau, dan pemerintah daerah. Semangat ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Lampung menuju Indonesia Emas 2045 yang menekankan penguatan SDM dan pembangunan berkelanjutan.

“Dengan adanya festival ini, kami ingin mengajak semua elemen untuk bersama-sama mewujudkan Lampung yang tangguh, inovatif, dan hijau,” tutup Reza.

Festival Insan Cita 2025 diharapkan dapat menjadi salah satu festival pemuda terbesar di Lampung yang menyatukan tiga kekuatan utama: kreativitas, kepedulian sosial, dan kelestarian alam. Bagi masyarakat Lampung, inilah saatnya bersatu dan menunjukkan bahwa anak muda siap menjadi motor perubahan yang konstruktif.