Bupati Parosil Sebut Adat dan Budaya Sebagai Pilar Pembangunan Lampung Barat
Lampung Barat, Saliwa.ID – Parosil Mabsus, menegaskan bahwa adat dan budaya bukan sekadar warisan leluhur, melainkan fondasi penting dalam membangun daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri penyambutan Kapolda Lampung, Irjen Pol. Helmy Santika dalam rangkaian acara adat di Lamban Gedung Dalom Kepaksian Pernong, Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Minggu (29/6).
Menurut Parosil, kekayaan budaya lokal memiliki dampak nyata terhadap ketahanan sosial dan stabilitas daerah.
“Budaya bukan hanya simbol identitas, tapi menjadi kekuatan sosial yang nyata. Di tengah geliat ekonomi seperti panen raya kopi, keamanan tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai adat berhasil menanamkan tanggung jawab dan kontrol sosial di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan bagaimana harga kopi yang sempat menyentuh Rp. 80.000 per kilogram di awal tahun, memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Meski daya beli meningkat, Lampung Barat tetap aman dan kondusif.
“Kami tidak mendengar laporan gangguan keamanan yang berarti. Masyarakat tetap hidup tertib dan damai, ini karena budaya kita masih hidup, dan nilai-nilai adat dijunjung tinggi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Parosil menekankan pentingnya peran Empat Kepaksian Sekala Brak yang masih eksis dan aktif mempertahankan tatanan adat di Lampung Barat. Menurutnya, keberadaan institusi adat tersebut menjadi pengikat sosial yang memperkuat solidaritas, sekaligus menjaga kearifan lokal agar terus menjadi pedoman hidup masyarakat.
“Adat adalah cermin kemandirian suatu bangsa. Selama kita menjaga budaya, kita tidak akan kehilangan arah dalam pembangunan. Maka saya katakan, kebudayaan adalah motor penggerak utama pembangunan Lampung Barat,” tegas Parosil.
Rangkaian acara ini berlangsung dalam nuansa kebersamaan yang kental, memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku adat dalam membangun daerah berbasis nilai-nilai luhur dan kearifan lokal.




Tinggalkan Balasan