Penemuan Mayat di Bawah Jembatan Kota Baru Gegerkan Warga: Diduga Korban Kriminalitas
Bandar Lampung — Masyarakat di sekitar Jembatan Kota Baru, Jati Agung, Lampung Selatan digemparkan oleh penemuan sesosok jasad pria tanpa identitas pada Sabtu pagi. Korban ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan di bawah jembatan yang biasa dilalui warga, memicu kekhawatiran luas soal meningkatnya aksi kriminalitas di kawasan perkotaan.
Menurut keterangan beberapa saksi mata, jasad tersebut pertama kali terlihat oleh seorang warga yang sedang melintas hendak memancing. Saat ditemukan, posisi tubuh korban dalam keadaan telentang dengan sejumlah luka terbuka yang mengindikasikan kekerasan fisik. Pakaian korban masih melekat, namun barang-barang pribadi seperti dompet dan ponsel tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Tim Inafis Polresta Bandar Lampung bersama petugas dari Polsek Kedamaian segera tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setelah proses identifikasi awal, jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara guna dilakukan autopsi dan visum guna memastikan penyebab kematian.
Diduga Korban Begal
Kapolsek Kedamaian, melalui pernyataan resminya kepada media, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kasus ini. Namun, dari luka-luka yang ditemukan serta kondisi tubuh korban, kuat dugaan bahwa korban meninggal akibat tindakan kekerasan yang mengarah pada aksi pembegalan.
“Kami menemukan sejumlah luka yang tidak wajar, terutama di bagian kepala dan tubuh korban. Saat ini kami masih menunggu hasil autopsi dari rumah sakit, dan terus menelusuri identitas korban,” ujar salah satu petugas kepolisian.
Polisi juga telah membuka saluran informasi bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau ke RS Bhayangkara.
Kawasan Rawan Kejahatan
Jembatan Kota Baru dan sekitarnya diketahui sebagai salah satu titik yang minim penerangan dan pengawasan, terutama saat malam hari. Warga sekitar menyampaikan bahwa sebelumnya pernah terjadi kasus pencurian dan penjambretan di wilayah tersebut, namun belum pernah terjadi hingga menimbulkan korban jiwa.
“Saya sudah dua kali lihat orang dirampas tasnya di sekitar sini. Tapi ini pertama kali ada yang meninggal, kami semua jadi takut,” ujar Hartono, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian.
Imbauan Kepolisian dan Harapan Warga
Kejadian ini menambah daftar panjang kasus kriminalitas jalanan yang meresahkan warga kota. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat bepergian, terutama di malam hari, serta menghindari jalur-jalur sepi yang rawan tindak kejahatan.
Sementara itu, warga meminta agar pemerintah dan aparat keamanan meningkatkan patroli serta memasang lampu penerangan jalan dan CCTV di titik-titik rawan, seperti Jembatan Kota Baru.
“Kami harap ada aksi nyata. Jangan sampai nyawa manusia terus jadi korban karena kelalaian menjaga keamanan lingkungan,” ungkap Rina, tokoh pemuda setempat.
Hingga berita ini diterbitkan, polisi masih menunggu hasil forensik dan berupaya mengidentifikasi korban serta melacak keberadaan pelaku. Pihak kepolisian menjanjikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.




Tinggalkan Balasan