Gunungsugih – Mantan aktivis mahasiswa, Rosim Nyerupa, mengingatkan kalangan mahasiswa dan pemuda Lampung Tengah agar senantiasa menjaga situasi tetap kondusif saat menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi.

Ia menegaskan, jangan sampai semangat idealisme berubah menjadi tindakan anarkis, baik akan menggelar aksi di Lampung Tengah maupun di luar daerah jika ikut serta.

Rosim yang pernah menjabat sebagai Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP Universitas Lampung itu menilai, demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara.

Namun, hak tersebut harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Menurutnya, aksi demonstrasi belakangan ini muncul karena keresahan masyarakat terhadap pemerintah yang abai, ulah pejabat korup, serta kebijakan yang menyulitkan rakyat. Sayangnya, suara kritis mahasiswa seringkali justru dibenturkan dengan aparat keamanan di lapangan.

“Kalau memang aksi masih berlanjut minggu depan, tidak ada yang salah bila kalian ingin berpartisipasi untuk menyalurkan idealisme. Tetapi saya berharap, keterlibatan itu cukup dilakukan di ranah kampus saja. Berapa hari ini kita lihat aksi demonstrasi jadi anarkis, pembakaran gedung, penjarahan, dan perusakan fasilitas umum. Massa aksi dibenturkan dengan aparat, bahkan menimbulkan korban. Sementara pejabat korup entah di mana keberadaannya. Sudah tidak wajar lagi.” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

Ia menekankan, saat mahasiswa ikut serta di luar pagar kampus, maka akan berpotensi bercampur dengan kelompok yang membawa kepentingan berbeda. Kondisi seperti itu bisa memunculkan gesekan dan bahkan mengikis makna perjuangan mahasiswa itu sendiri.

“Menjaga idealisme itu penting, tapi jangan sampai keselamatan kalian dipertaruhkan. Idealisme tidak akan bertahan jika jiwa kalian terancam,” jelas Rosim yang juga menjabat sebagai Ketua Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (SIMPUL).

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para mahasiswa dan pemuda tetap mengingat keluarga di rumah yang selalu menunggu dengan doa dan harapan.

“Orang tua, saudara, hingga kakek-nenek kalian pasti menanti kepulangan kalian dengan selamat. Membahagiakan mereka, itulah medan perjuangan sejati,” pungkas alimni HMI Cabang Bandar Lampung itu.