Direktur Eksekutif Puskada Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Proses Hukum Sekda Lampung Tengah
Gunungsugih – Direktur Eksekutif Pusat Kajian Politik dan Pemerintahan Daerah (Puskada) Lampung Tengah, Rosim Nyerupa, S.IP mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyikapi secara bijak perkembangan hukum terkait penetapan Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Tengah, Welly Adiwantra, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi rekrutmen honorer fiktif Kota Metro yang saat ini ditangani Polda Lampung.
Menurut Rosim, setiap proses hukum yang sedang berjalan harus dihormati dan diserahkan kepada aparat penegak hukum serta pengadilan yang memiliki kewenangan untuk menilai dan memutus berdasarkan fakta serta alat bukti yang ada.
“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat Lampung Tengah untuk menyikapi perkembangan ini secara dewasa dan bijaksana. Jangan terburu-buru mengambil kesimpulan, jangan mudah terpancing oleh berbagai opini yang berkembang, dan mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Rosim Nyerupa, Sabtu (20/6/2026).
Rosim menegaskan bahwa dalam negara hukum, setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Namun demikian, asas praduga tak bersalah juga harus tetap dijunjung tinggi sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Rosim juga menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya juga turut mengawal kasus ini bukan karena alasan pribadi ataupun kepentingan politik tertentu. Pengawasan yang dilakukan semata-mata merupakan bentuk kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan penegakan hukum.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mengikuti perkembangan perkara yang menjadi perhatian publik, tetapi harus dilakukan secara proporsional dan tidak menjurus pada penghakiman.
“Kita juga turut mengawal sejak awal bahkan saat seleksi sekda waktu itu sudah kita ingatkan pansel terkait penilaian rekam jejak track record kandidat dan isu yang berkembang di kota metro yang kemudian ditangani Polda Lampung setelah Sekda resmi dilantik. Jadi, Biarkan aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan independen. Tugas masyarakat adalah mengawal, memberikan perhatian dan memastikan proses berjalan secara transparan. Tetapi yang menentukan seseorang bersalah atau tidak adalah pengadilan, bukan opini publik,” katanya.
Rosim juga mengingatkan bahwa di balik setiap persoalan hukum terdapat keluarga, kerabat dan orang-orang yang turut merasakan dampaknya. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan menjaga suasana yang kondusif.
“Saya mengajak kita semua untuk mendoakan yang terbaik bagi seluruh pihak. Mengawal proses ini secara dewasa, tanpa kebencian, tanpa prasangka berlebihan dan tanpa menghilangkan rasa kemanusiaan. Doakan agar proses hukum berjalan dengan jujur, objektif dan adil. Doakan agar kebenaran dapat terungkap dengan terang. Dan doakan pula agar siapa pun yang sedang menghadapi ujian diberikan kekuatan, kesehatan dan ketabahan dalam menjalaninya.” Kata Rosim.
Lebih lanjut Rosim mengatakan, peristiwa ini juga harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh penyelenggara pemerintahan mengenai pentingnya integritas, akuntabilitas, dan kehati-hatian dalam menjalankan amanah jabatan publik.
“Pada akhirnya, tidak ada yang lebih penting daripada menjaga kepercayaan masyarakat terhadap hukum dan pemerintahan. Perbedaan pandangan dalam menyikapi suatu perkara adalah hal yang wajar dalam masyarakat demokratis. Namun yang terpenting saat ini adalah menjaga kondusivitas daerah, menghormati proses hukum yang sedang berjalan, serta memberikan ruang kepada aparat penegak hukum dan pengadilan untuk menjalankan tugasnya sesuai kewenangan masing-masing.” Lanjut Rosim.
Menutup keterangannya, Rosim kembali mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak menjadikan peristiwa ini sebagai alasan untuk saling menyerang atau menebar kebencian.
“Mari kita doakan yang terbaik bagi Lampung Tengah, bagi Kota Metro, bagi aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugasnya, dan bagi semua pihak yang sedang menghadapi proses ini. Semoga kebenaran dapat terungkap dan keadilan dapat ditegakkan sebagaimana mestinya.” Imbuh Mantan Aktivis Mahasiswa itu.




Tinggalkan Balasan