Gunungsugih | Saliwa.ID – Setelah sekian lama tidak terdengar kabarnya, penanganan kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Tengah kembali mencuat ke publik.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Tengah menyatakan bahwa proses penetapan tersangka akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Tengah, Alfa Dera, S.H., M.H., M.M., saat ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Jumat (11/7/2025).

“Berdasarkan keterangan dari Kasi Pidsus yang telah berkoordinasi dengan ahli, serta telah terpenuhinya dua alat bukti, insyaallah dalam waktu dekat akan ditingkatkan ke tahap selanjutnya, yaitu penetapan tersangka,” ujar Alfa, dikutip dari intailampung.com.

Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil resmi perhitungan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Namun, berdasarkan informasi awal, nilai kerugian dalam perkara tersebut tergolong besar.

“Saya mendapat informasi dari Kasi Pidsus bahwa hasil perhitungan BPKP menunjukkan nilai kerugian negara cukup bombastis, dan dipastikan bernilai dua digit,” kata Alfa lebih lanjut, sebagaimana diberitakan oleh intailampung.com.

Terkait siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka, pihak Kejari masih belum bersedia memberikan rincian.

Alfa menyampaikan bahwa penjelasan lengkap akan disampaikan oleh Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) setelah proses penetapan resmi dilakukan.

“Siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka, kita tunggu saja dalam waktu dekat ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Alfa menegaskan bahwa Kejari Lampung Tengah menangani perkara ini dengan serius dan profesional.

Ia menekankan bahwa kasus tersebut selaras dengan salah satu dari 17 program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden, yakni peningkatan prestasi olahraga.

“Dalam perkara ini, Kejari tidak hanya menjalankan penindakan, tetapi juga pencegahan. Semua dilakukan secara terukur, transparan, dan mendukung agenda pembangunan nasional,” tutup Alfa.