Polres Lampung Tengah Gencar Perangi Narkoba
Gunungsugih, Saliwa.ID – Polres Lampung Tengah terus menggencarkan langkah-langkah strategis dan terpadu dalam memerangi penyalahgunaan serta peredaran narkoba di wilayah hukumnya.
Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reserse Narkoba Polres Lampung Tengah, AKP Eko Heri Susanto, S.H., M.H., mewakili Kapolres AKBP Alsyahendra, S.I.K., M.H., dalam dialog interaktif bertajuk “Polisi Menyapa” yang disiarkan langsung oleh Pro 1 RRI Bandar Lampung, Senin pagi (7/7/25).
Dalam dialog tersebut, AKP Eko Heri mengungkapkan bahwa penyalahgunaan narkoba masih menjadi perhatian serius di wilayah Lampung Tengah.
Bahkan, menurutnya, peredaran narkoba kini tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga telah menjangkau desa-desa.
“Peredaran narkoba sudah masuk hingga ke pelosok pedesaan. Kami terus berupaya menekannya dengan berbagai langkah,” ujar AKP Eko.
Ia menyebutkan, jenis narkoba yang paling sering ditemukan di wilayah Lampung Tengah adalah sabu-sabu, ekstasi, dan ganja.
Tidak hanya itu, pola peredaran narkoba di wilayah tersebut juga melibatkan jaringan lintas provinsi, bahkan antar pulau.
“Banyak kasus yang kami ungkap ternyata terhubung dengan jaringan antarprovinsi. Ini menjadi tantangan tersendiri dalam penanganannya,” jelasnya.
Langkah Pencegahan dan Penindakan
Untuk menekan angka peredaran narkoba, Satres Narkoba Polres Lampung Tengah telah melakukan berbagai upaya, mulai dari penegakan hukum hingga langkah preventif.
“Kami rutin melakukan patroli, razia, dan penyelidikan di daerah rawan. Di samping itu, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga kami lakukan secara masif,” katanya.
AKP Eko juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menangani persoalan narkoba.
Polres Lampung Tengah menjalin sinergi dengan BNN, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan lembaga terkait lainnya.
“Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang sadar akan bahaya narkoba. Tanpa kolaborasi, penanganan tidak akan optimal,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa peran keluarga dan masyarakat sangat vital dalam pencegahan.
“Keluarga adalah garda terdepan. Deteksi dini dan keberanian melapor sangat membantu kami dalam menindaklanjuti informasi di lapangan,” tegasnya.
Pendekatan Humanis
Polres Lampung Tengah juga mengedepankan pendekatan humanis terhadap para pengguna narkoba.
“Kami tidak hanya menangkap, tetapi juga mengarahkan pengguna untuk mengikuti program rehabilitasi, bekerja sama dengan instansi terkait,” ujar AKP Eko.
Dalam kesempatan itu, ia turut memaparkan salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap, yakni pembuatan tembakau sintetis di Kecamatan Punggur dan jaringan peredaran ganja lintas provinsi.
“Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras personel dan informasi dari masyarakat,” ujarnya.
Program Edukasi dan Imbauan
Sebagai bagian dari inovasi pencegahan, Polres Lampung Tengah juga aktif menjalankan program edukatif seperti “Police Goes to School” serta penyuluhan di desa-desa.
“Kami ingin generasi muda memahami bahaya narkoba sejak dini. Ini investasi jangka panjang untuk mencegah penyalahgunaan,” jelasnya.
Menutup dialog, AKP Eko mengimbau masyarakat untuk tidak takut melaporkan jika menemukan dugaan peredaran narkoba.
“Silakan lapor melalui call center 110 atau langsung ke kantor polisi terdekat. Identitas pelapor kami jamin aman dan dirahasiakan,” tegasnya.
AKP Eko juga mengajak seluruh masyarakat Lampung Tengah untuk menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun.
“Penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tapi juga menghancurkan masa depan generasi muda dan merusak stabilitas sosial. Mari kita wujudkan Lampung Tengah yang bersih dari narkoba. Ini bukan hanya tugas polisi, tetapi tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan