Kelamo adalah unsur penting dalam kehidupan masyarakat adat Lampung, khususnya mereka yang berada dalam adat Pepadun. Kelamo merupakan syarat mutlak dalam menjalankan roda adat sebuah keluarga.

Artinya, tanpa kehadiran kelamo, prosesi adat tak bisa dilangsungkan secara sah. Secara terminologis, kelamo berarti saudara laki-laki dari pihak ibu, atau dalam bahasa yang lebih umum disebut sebagai paman dari garis ibu. Keponakan dari kelamo ini disebut benulung.

Relasi ini bukan cuma sekadar hubungan darah, tapi sebuah struktur sosial dan tanggung jawab adat yang besar.

Kelamo sebagai Penyeimbang dalam Adat

Dalam masyarakat adat Lampung, adat bukan sekadar tradisi – ia adalah identitas dan bentuk kehormatan. Dalam struktur sosialnya, masyarakat Lampung menganut sistem kekerabatan patrilineal, yang artinya garis keturunan dihitung dari pihak ayah.

Tapi, di sinilah kelamo berperan penting – sebagai penyeimbang dalam sistem adat yang bisa sangat maskulin ini.

Dalam hampir seluruh prosesi adat Lampung, terutama bagi komunitas Pepadun, kelamo adalah subjek yang tak bisa ditiadakan. Tidak boleh absen. Dari sini kita tahu, betapa sentralnya posisi kelamo dalam menjaga martabat dan jalannya tradisi.

Kelamo Penetek Galah

Kelamo penetek galah adalah istilah khusus yang merujuk pada kelamo kandung – yaitu saudara laki-laki kandung dari ibu kita. Dalam bahasa Abung, Kelamo berarti saudara laki-laki ibu, Penetek berarti pemotong, sedangkan Galah berarti leher.

Jadi, secara harfiah, kelamo penetek galah bisa diartikan sebagai “kelamo yang punya hak untuk memotong leher kita”.

Tapi ini bukan dalam arti sebenarnya – ini adalah simbol. Sebuah istilah adat yang menggambarkan besarnya kuasa dan tanggung jawab kelamo dalam menjaga, mengarahkan, dan bila perlu, menegur keras benulung-nya.

Kalau ada benulung – terutama benulung perempuan – yang berbuat aib, mencoreng nama baik keluarga besarnya, maka orang pertama yang merasa malu dan bertanggung jawab adalah kelamo penetek galah-nya.

Bahkan secara adat, kelamo ini punya hak moral dan simbolik untuk “memenggal” – menghentikan, mengintervensi, bahkan menghukum – benulung-nya. Itulah mengapa relasi ini tidak bisa dianggap sepele.

Kelamo Tanjar

Tidak semua orang memiliki kelamo kandung. Ada kalanya seorang ibu tidak memiliki saudara laki-laki kandung.

Namun demikian, dalam adat Lampung, keberadaan kelamo tetap dianggap mutlak dan harus ada. Maka dari itu dikenal istilah Kelamo Tanjar.

Kelamo tanjar adalah saudara laki-laki dari ibu yang bukan kandung – misalnya sepupu laki-laki dari pihak ayahnya ibu. Mereka ini secara otomatis dianggap sebagai kelamo juga.

Selain itu, laki-laki bisa juga menjadi kelamo jika diangkat sebagai anak oleh keluarga ibu kita, atau melalui semenda – yakni mertua yang mengangkat menantu laki-lakinya sebagai anak sendiri.

Dalam adat Pepadun, siapa yang jadi kelamo itu tergantung kesepakatan keluarga dan pengakuan para penyimbang atau pemuka adat. Tapi yang pasti: harus ada. Karena tanpa kelamo, jalannya adat jadi timpang.

Peran Kelamo dalam Prosesi Adat

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, kelamo adalah elemen penting dalam berbagai prosesi adat Lampung, khususnya dalam adat Pepadun.

Salah satu contoh paling penting adalah saat terjadi prosesi anjau kelamo, yaitu kehadiran rombongan keluarga dari pihak ibu saat kita punya hajatan – entah itu nikahan, sunatan (bekatan seghak asah), dan lainnya.

Saat pernikahan, ada satu momen wajib yang disebut nginai – yaitu pemberian inai, gelar, atau panggilan adat untuk benulung laki-laki yang menikah.

Prosesi ini hanya bisa dijalankan kalau kelamo hadir. Tanpa kelamo, nginai nggak bisa dilakukan. Dan kalau nginai nggak dilakukan, maka secara adat, pernikahan itu dianggap belum lengkap.

Masih banyak prosesi lain di mana kelamo harus hadir. Karena kelamo bukan cuma simbol keluarga – tapi penjaga marwah, martabat, dan kesinambungan adat itu sendiri.

*Artikel ini disalin ulang dengan tujuan memberikan edukasi tentang adat budaya Lampung.

Sumber: https://alpanslagai.blogspot.com/2025/07/kelamodalammasyakatadatlampung.html?m=1